Travelog: Pekan Baru

Halo, apa kabar kalian semua? Daripada gak ada isinya, kali ini saya mau bayar utangan postingan catatan perjalanan dua tahun lalu (iya maafkan hasrat menulis ini yang timbul tenggelam, idenya sih banyak tapi kok bikin paragraf pertama itu mengingatkan pas bikin skripsi yang nunggu wangsit muncul, apalah).

 Sebelumnya gak kepikiran loh travelling ke Pekan Baru sampe ada undangan kewongan anak buah di daerah Tampan dengan harapan banyak orang tampan di sana โ€˜harapan yang baik semoga selalu dikabulkan dongโ€™  

Ngepak ransel nya semangat 45 sambil ngumpet-ngumpet masukin baju travel tipis-tipis karena ada yang mantau. Emak ga tau klo anaknya udah ga kerja kantoran dan butuh refreshing saat itu. Bawa baju kondangan satu, beberapa pasang baju dalam, kaos dan celana panjang, sendal gunung dan sepatu kets silver yang dipake buat kondangan, payung , tas anti air dan obat-obatan pribadi juga gak lupa masuk ransel. Tas cangklong coklat isinya ya barang-barang penting seperti dompet, kamera dan charger.

Di pagi keberangkatan saya baru ingat kalau ada kakak kelas yang tinggal di sana dan belum lama kirim-kirim poto sedang makan-makan sama teman saya yang kebetulan dari Bogor yang sedang dinas ke sana minggu sebelumnya. Segera saja saya colek kakak kelas saya itu, menginformasikan bahwa saya hari itu akan tiba di Pekan Baru (yay!). Balasannya cuma menanyakan ini beneran atau gimana? Lalu Belu (iya saya manggilnya Belu, karena kakak kelas saya ini seperti beruang lucu dan ngefansnya sama winnie the pooh) hanya menanyakan naik apa, sampai jam berapa. ย Setelah tukeran informasi, saya duduk tenang-tenang menikmati flight yang hanya satu jaman, dan pas menyalakan hp kembali ternyata Belu sudah kirim pesan beberapa kali.ย  Ternyata ya, karena emang rejeki anak sholeh atau karena kakak kelas saya yang satu itu emang baik hati banget si Belu ini ternyata sudah standby di airport jemput pas jam makan siang. Terharu banget loh kalau lagi jalan sendiri, belum tau daerahnya, eh ternyata ada yang surprise jemput di bandara, pakai ditraktir makan siang lalu didrop di tempat penginapan karena Belu harus kembali ke kantor setelah jam makan siangnya usai padahal kangen-kangenannya belom beres. Kami udah sepuluh tahunan gak ketemu sejak wisudaan euy, jadi bahagianya dobel-dobel ini.

Kakak Belu

People at Shanghai

People at Shanghai

I see this girl inside the subway on the way to the airport, eventhough I couldnt understand the language they spoken seems they are a good friend, they talk and laughing a lot. Compare the first subway where everyone else busy with their mobile phone, to hear the people get have the real conversation does make some difference right ๐Ÿ™‚ Looking at them make me miss my friends at home :’)

New friends that came along

New friends that came along

All of us arrived in Thanaleng station at the same time, we came with different reasons but we get along just fine ๐Ÿ™‚
On the first day we meet we go together to Pha That Luang – the Golden Temple of Laos to see the celebration of the last full moon of the year based on the Budhist calendar and as I try to reminds myself, I just lucky enough to get another models to be click on ๐Ÿ™‚

Santa did come earlier this year

Santa did come earlier this year

after several weeks roaming around from city to city between countries finally I have the whole weeks for myself, and this is what I found inside my backpack…. earlier christmas gifts from some of colleague that I’ve met in Bangkok.

A blink-blink blue bag & shell bracellet from Mumbay, a jewelry box with the eggshell from HoChiMinh City and last but not least a couple of Havaianas in vibrant color originaly from Brazil. Somehow I feel loved & spoiled by my friends ๐Ÿ™‚