Rapuh

a very lovely pic of laron - poto comotan

Kedua mata saya masih termangu menatap ke layar persegi, menangkap huruf-huruf yang berlompatan seiring irama ketukan jari-jari pada keyboard di depan. Jam pulang sudah lama berdentang, sinar matahari juga sudah menghilang digantikan lampu sorot dari taman di bawah sana. Rintik hujan juga telah reda diiringi kemeresik bunyi sayap-sayap kecil berterbangan menabrak jendela kaca di samping tempat duduk ini. Serangga yang tumbuh dalam lorong-lorong kegelapan tanah hingga saatnya mereka keluar dari sarangnya, seketika itu pula mereka jatuh cinta kepada kelap kelip cahaya.

 

Continue reading

Bertahan….

Waktu bergulir

Lambat merangkai langkah perjalanan kita

Berjuta cerita terukir dalam

Menjadi sebuah dilema

Mengertikah engkau

Perasaanku tak terhapuskan

 

Serpihan kenangan tentang dirimu kadang terasa begitu memabukkan, menghanyutkan sukma sel-sel neuron dalam euphoria bertepi, menghamburkan jatah oksigen dalam blood brain capiller lebih banyak dari biasanya. Bertepi….  karena saat sel sel neuron kembali terjaga, yang tersisa hanyalah sekedar efek dopamine yang memabukkan. Saat itu tiba jiwamu akan kembali tercabik oleh luka yang sama.

 

Continue reading

It takes time

Someone told me that life is just like riding a roller coaster, it was an up and down journey, along with the between of it.

 

Well, yeah…  I know about it eventhough I was hoping to the up hill phase, climbing  up to the top, stay there, build a house, a castle or a bunker then fencing it, didn’t want to scrolling down – that sound more ideal though not real enough rite?

 

Continue reading

Another goodbye – Ochanmon

Hummpphhh…. baru aja januari lalu keilangan si Omluk yang pergi dengan rombongan menu sarapannya, kali ini si Ochanmon juga akhirnya harus pergi membawa menunya *digetokin Ochan* Huaaaaaa…… semakin sesek aja rasanya di kantor pas akhirnya dapet juga putusan final kalo si Ochanmon cabut dari kantor nih. Sebenernya gak kaget-kaget juga sih, secara dah lama juga taunya. Ya pasti kalo dapet yang lebih baik, mubazir kan kalo ditolak.

 

Dan seperti yang sudah dijanjikan, biarpun masuk kategori curhat yang sudah pernah saya singgung di sini, ini postingan yang saya buat khusus buat si Ochanmon. Wis yu lak in de griner jung-gle crimmi…

 

Ochanmon, ini kubuwat sepenuh hati untukmu *cuih*

 

Continue reading

Rasa sedih itu

Saya sedang sedih, iya sedih. Heran juga loh karena ternyata saya bisa juga merasa sedih ya? Kirain dah mati rasa nih gyahahaha… *ketawa mekso*. Sedih saya bukan dalam artian menangis meraung-raung ala pilem indihe dengan selendang yang melambai dari tiang satu ke tiang yang laen, bukan sedih terpaksa karena mengiris bawang di dapur, bukan sedih karena THR blom cukup dipakai untuk membeli leptop idaman atau sedih karena mungkin gak bakalan dapet cuti di akhir tahun nanti padahal rencana sudah dibuat.

 

Ini sedih yang lain.

 

Continue reading

Cape deh…

Untuk beberapa bulan terakhir ini mendekati ulang tahun saya yang ke-29 yang jatuh pada bulan juli lalu hingga kemarin sore, banyak orang-orang mulai dari nyokap, teman-teman, tante kos sampai bos yang almost always rewel setiap kali makan siyang bareng mengkait-kaitkan umur dengan pernikahan. Targetnya selain saya adalah si miss kucing garong yang status katepe-nya masih lajang. Kapan nih rencananya? Cepat dong, nanti keburu tua loh – keburu karatan katanya, dirawat dong kulitnya biar cepet laku ‘emang kacang goreng kali laku’. Meributkan berbagai macam hal yang menurut saya itu gak penting penting banget karena gak bikin nyawa terancam kan, dari make up hingga urusan berkembang biak….sesekali mendengar celotehan seperti itu sih saya rasa masuk kiri keluar kanan, kalo keseringan lama-lama pingin nampolin juga rasanya. Apa-apa yang over dosis emang gak baik buat fisik dan raga….

*greget pingin nyemack-down orang kemarin*

 

Continue reading

Mi koibito

Kemarin sepulang kerja, itu kelima kalinya saya memotong jalan Padjajaran menuju Pasar Bogor, melewati Tugu Kujang dan jembatan kali Ciliwung, memantapkan langkah dan akhirnya harus merelakan kedua kaki saya diutak atik di sebuah ruko berplang kuning di pinggir jalan Suryakencana itu.

 

Melihat seorang ayah tersenyum kepada anaknya yang berumur 2 tahunan di ruang tunggu, entah kenapa tiba-tiba saya kembali mengingatnya. Dia mungkin akan seperti itu….. ah, ternyata saya kangen sekali padanya…

 

Continue reading