Awal anuan yang aneh

Nah ini dia, anuan yang beberapa kali sudah gagal saya ikuti, janjian dengan simbok Venus. Paginya, konfirmasi jam anuan sudah ditetapkan, jam 3 di cibujang ya begitu pesannya dan saya pun menyanggupinya selama tidak ada kegiatan cuci piring di akhir acara hehehe.

 

Hari minggu itu cuaca di Bogor cukup panas sehingga saya pergi agak sore dari kos, ternyata alaaammaaakkk macetnya, angkot yang biasanya lupa punya rem itu kali ini harus berjalan ngesot dari taken menuju terminal. Saya turun di botani square dan cepat-cepat mencari si burung biru, nihil. Saya pun menunggu sambil melirik-lirik jam di hape, 30 menit lagi menuju jam anuan.

 

Dooh, saya bener-bener ceroboh mengatur waktu kali ini dan spare waktu yang saya siapkan ternyata tidak cukup dan si burung biru masih belum keliatan satu pun sementara antrian yang menunggunya juga semakin panjang di lobby samping mall. Saya berjalan keluar menuju pool bus damri, tidak menemukan burung biru juga, saya kemudian lanjut berjalan keluar pasrah menuju terminal. Tepat di gerbang pool saya melihat burung biru belok membawa penumpang yang akan naik bus, saya pun kontan mengekor di belakangnya, menunggu hingga penumpang turun, meyakinkan sang sopir yang sedang menurunkan barang bawaan penumpang bahwa saya bisa menggunakan jasanya sebelum menyelinap duduk di bangku penumpang.

 

Baru saja hendak bernafas lega ketika sopir sudah duduk di kursinya, saya kembali dikejutkan dengan gedoran di jendela. Seorang timer taksi gelap rupanya tidak terima si burung biru mengambil penumpang di tempat yang menjadi kekuasaanya. Saya pun diminta turun oleh sang sopir sementara si timer yang penampilannya udah cocok banget jadi preman ini masih sibuk mengomeli sang sopir dan mulai riwil bertanya-tanya kemana tujuan saya. Arrggghhh… bapak itu benar-benar bikin saya kesal.

 

Memang kenapa saya ga boleh naik taksi ini di sini? saya mo ke rumah sakit di cibubur, buru-buru tau! ‘udah dipremanin masih sempet ngibul aja wkwkwkwk’ Iya bu tapi di sini banyak taksi, taksi ini ga boleh naikin penumpang di sini karena tempat ngetemnya di botani square. Cih dasar menyebalkan, saya menoleh ke sopir dan bilang padanya kalau saya akan naik di luar. Saya pun langsung berjalan keluar disertai teriakan si timer njelei itu mengancam-ngancam sang sopir taksi awas-dia-kalau-berani-ngangkut-saya. Timer itu sendiri tidak berlari mengejar saya, entah karena badannya hampir sama besar dengan saya atau malu jadi tontonan orang yang memang sedang ramai di situ.

 

Ternyata karena ancaman sang timer preman itu, sang sopir diharuskan memutar ke dalam botani square terlebih dahulu dan melapor ke timer burung biru di sana sebelum saya naiki. Saya hampir kehabisan nafas ketika saya duduk kembali di kursi belakang dan sang sopir menanyakan apakah dia boleh mengambil jalan memutar ke belakang mengingat sang timer preman sudah menghubungi teman-temannya melalui hape dan dia kuatir kalau nanti teman-teman sang preman itu akan mencegatnya di pertigaan pintu keluar. Saya tidak tahu kalau hal sepele seperti itu akan menyusahkan sang sopir, maka saya pun hanya menganggukan kepala, bilang oke dan menghela nafas kembali ketika melihat jalanan macet sepanjang putaran hero padjajaran hingga depan pintu terminal gerbang masuk jalan tol. Akhirnya saya tiba di cibujang jam 4 sore.

 

Begitu sampai saya langsung menghubungi simbok, ternyata teman yang lain sudah berkumpul di salah satu pojok resto dan saya pun segera menuju ke sana. Dari kejauhan yang pertama saya kenali adalah jeng Chic dari iklan kaos PestaBlogger komplit dengan Vionya, kedua- Simbok, ketiga- Ichanx yang menyambut dengan riwilnya dan mengenalkan saya ke teman-teman yang lain *tengkiyu banget kok oom Enchang* , ada Gita, ada Dita, ada Goen, ada Rafi dan yang terakhir menyusul adalah Suprie.

 postcard-cibujang-resize

 

Topik obrolan rasanya gak habis-habis, mulai dari hobi baca buku, komen-komen di plurk, perkembangan baby Vio, kegiatan merajut di wetiga, kisah kasih Simbok & Gita, keinginan Ichanx pengen punya baby, konsultasi kesehatan gigi, curhatan Gita dan masih banyak lagi diselingi dengan update plurk oleh beberapa orang autis ‘dikemplang rame-rame’. Ada loh yang sempet nebak umur tante ini masih 25 huhuy… tapi melihat cengiran saya akhirnya sang mantan petugas kelurahan itu meminta KTP sebagai bukti otentik ‘cih’

pasangan yang aneh tapi mesra, Cibujang, March 2009

pasangan yang aneh tapi mesra, Cibujang, March 2009

 

 

 

Wah begini toh rasane kalau kopdar rame-rame, yo tenanan rame rasane.

 

Jujur, itu pertama kalinya saya kopdar kroyokan di kandang sendiri mengingat saya lebih sering kopdar di jalan alias pas saya lagi keliling ngesot. Semua sama-sama menyenangkan kok. Terima kasih ya ^^    

 

 

 

nanny idol

seleksi nanny idol buat dede Vio, Cibujang, March 2009

Advertisements

20 thoughts on “Awal anuan yang aneh

  1. @Poo :

    @Chic : iya, kamu memang terkenal kok ^^

    @cK : huhuhu Chika yang asyik kerja molo sampe ga sempet kopdar ‘pentung balik’

    @Warm : yey, kan waktu kita duduk berdua sudah kukatakan padamu oom ^^

    @Ries : iya nih, kapan?

    @Ruru : nda tau ru, tahap seleksi berikutnya belom disiyarin

    @Thelo : ‘pentung’

    @Jeng Silly : ga usah nyesel begitulah jeng, every option have its own risk lagiyan kita masih bisa ketemu kok ^^

    @Andyan : emaangggg…..

    @Nengfey : hlah, la wong ada di plurk ituh

    @Unai : cih….’sumpel pake makaroni panggang’

    @Itikkecil : hope soon ya jeng ^^

    @Simbok: senang bertemu dengan simbok juga ‘peyuk peyuk’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s