Saving Fish From Drowning – Amy Tan

Ini dia buku yang berhasil saya selamatkan dari omelan dan tangan si gembul ‘penculik buku’ malam itu. Koleksi keempat dari buku-buku karya tante Amy (sok akrab deh) yang telah saya miliki. Welkum to mai rak buku, fish (maksa!!).

 

Di awal buku disinggung sedikit asal muasal tante Amy mendapatkan ide untuk memulai penulisan ini. Ceritanya kali ini agak-agak berbau mistis (sedikit kok, di awal dan di akhir doang), sedikit muatan politik, sedikit sindiran moril, dicampur sedikit kejadian lucu, sedikit gak masuk akal, sedikit ada anak anjing dan dokter hewannya ^ ^, bla…bla…bla…

Well… yaaa…begitulah the story goes by.

 

 

 

 Semuanya dimulai ketika tante Amy berteduh di depan Physical Research Center dan akhirnya keasikan membaca koleksi dokumen mereka tentang cerita orang-orang yang menuliskan pengalamannya sebagai cenayang, mediator atau berbicara dengan arwah. Nah, dalam laporan tertulis tersebut salah seorang cenayang menceritakan tentang arwah bernama Bibi Chen dengan kriteria yang cukup sesuai dengan aslinya menurut si tante. Tentu saja karena tante Amy sempat mengenal Bibi Chen semasa hidupnya maka si tante ini menemui cenayang tersebut dan petualangan pun dimulai.

 

Bibi Chen yang diceritakan sebagai salah seorang ahli barang antik dan kebudayaan China yang tinggal di Amerika ditemukan meninggal di dalam tokonya akibat tusukan pada lehernya. Diselingi dengan beberapa cuplikan dari masa kecil si Bibi. Kemudian cerita pun bergulir dari cerita perasaan (hantu) si Bibi ini mengikuti otopsi dan pemakamannya sendiri hingga ke suatu perjalanan budaya ke China dan Burma yang cukup mendebarkan. Kematian Bibi sebagai pemimpin tur tidak membuat teman-temannya lantas membatalkan perjalanan budaya tersebut, melainkan mengikutinya sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap rencana yang telah dibuat oleh Bibi, gamblangnya sih wis kadung en sayang kalau dibatalkan (persepsi saya loh). Perjalanan pun dilanjutkan, 11 peserta dengan panduan Bibi sebagai narator menempuh perjalanan yang cukup panjang menyebrang dari China ke Myanmar melintasi Burma Road.

 

Anything could happen out there…miskomunikasi alias salah kaprah, diare sampai cinta lokasi…

 

Tapiiiii……. setelah membaca buku ini sampai habis rasanya kok (agak ato emang) mengecewakan. Dibandingkan dengan cerita di buku-buku si tante yang lain, buku kali ini kurang nggenah. Kalo dilihat lagi kaitan dengan judulnya jadi cenderung gak nyambung, kalau cuma baca sinopsis di belakang bukunya sih masih nyambung aja. Huw…kena jebakan marketing editor deh (hikz) toh di akhir cerita mereka masih hidup semua kecuali si Bibi itu. Saving fish from drowning sendiri katanya sih dikutip dari kata-kata para nelayan di Myanmar yang diajarkan bahwa mengambil nyawa itu tidak baik maka para nelayan berdalih menjala itu untuk menyelamatkan ikan-ikan supaya tidak tengelam. Sementara gambar covernya adalah sirkam rambut peoni mutiara ibunya Bibi Chen yang disebutkan sebagai alat pembunuh di akhir cerita. Jadi begini….Bibi Chen sedang membenarkan lampu sambil memegang sirkam tersebut, terjatuh kemudian sirkam menusuk di lehernya. usaha penyelamatan yang dilakukan oleh salah satu tetangga dengan mencabut sirkam tersebut malah menggenangi tenggorokan Bibi Chen dengan darah dan menyebabkan kematian.

Huahahaha ***kecewa’ne pol***

  

Salah satu keunggulannya adalah perbedaan antara fiksi dan nonfiksinya sangat tipis tapi saya rasa saya sepertinya perlu (harus!) membaca ulang (ato cari literature? kerajinan banget….) untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Mungkin gara-gara gak nggenahnya itu ya? **masih kuciwa**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s