Friday intermezzo

Belakangan ini banyak peristiwa grasak grusuk yang mengguncang, menimbulkan perbincangan, keprihatinan serta pembahasan kroyokan (rame -rame gitu) di dunia para blogger. Dimulai dengan beredarnya suatu cuplikan (its not worthed to be called as a movie lah) yang menampilkan suatu tema yang picik karena dibuat secara sepihak dengan tujuan menjelek-jelekkan suatu religi. Lalu ada kemunculan UU ITE yang diramaikan dengan protes para hacker (benarkah??? mungkin harusnya disebut lebih spesifik sebagai hacker provokator, hush……tidak boleh nuduh sembarangan tauuu) yang diam-diam menggunakan wajah seorang pakar telematika (bener gak sih?) untuk menghack beberapa website institusi negara. Akhirnya sang pakar bicara dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak bijaksana. Mungkin sama tidak bijaksananya dengan pernyataan tanggapan yang dikeluarkan oleh Menkes kita beberapa waktu lalu mengenai susu anak-anak yang tercemar (menurut saya loh!).

 

Blogger = tukang tipu?

Wah rasanya baru masuk lapangan dah kena timpuk bola nih dengan pernyataan yang dikeluarkan seperti itu, pasalnya saya baru mulai online secara aktif memindahkan orat-oret di blocknote putih saya ke blocknote digital, ya blog ini. Mencoba melatih kemampuan untuk mengekspresikan diri dalam bentuk tulisan yang dapat dimengerti, tidak hanya oleh diri saya sendiri (bagi yang sudah membaca tulisan-tulisan saya sepertinya masih sangat jauh dari cara menulis yang baik dan benar menurut UU menulis ya? Apalagi sesuai dengan EYD he he he).

 

Coba deh lihat dulu cuplikan di bawah:

“Batas antara zaman pra sejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan”

http://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah

 

Kalau lahan para blogger ditutup? Nanti kita jadi manusia zaman pra sejarah lagi dong Pak. Mungkin lucu juga kembali menjadi manusia purba di era globalisasi & hitech. Kemungkinan besar jika hal  tersebut terjadi, teknologi digunakan untuk memukul (dalam arti memukul sebenar-benarnya) satu sama lain dong “imajinasi mode on” …telepon buat nampol, modem buat nimpuk, kabel untuk nglasso, piringan parabola untuk tameng, etc…etc… Kalau gaptek seperti saya sih, itu laen soal, apalagi soal tipu menipu. Yang jadi pertanyaannya, siapa yang merasa tertipu atau ditipu ya? ha ha ha…. Hayo yang merasa jadi korban acungkan jempol *nyetel lagu P project – dangdut is the music of my country*

 

Let us express ourself in our blog !!! 

4 thoughts on “Friday intermezzo

  1. nyang penting , maju terus blogger , maju terus , berkarya dan terus ngeblog dan menulis
    setuju ?

    Horeee….setuju…setuju….
    Terima kasih sudah mampir ya o0(^_^)0o

  2. yeah itulah dunia 😀

    tapi karena OSTnya P project saya

    ga ikut mengacungkan tangan 😉

    NGubek-ngubek laci, nyari gegep buat nyomot jempolnya Eru…khu khu khu

  3. pernyataannya udh dicabut kok… blogger ayo ttp ngblog… 🙂 salam kenal juga yaa.. tks udh mampir..

    Terima kasih sudah mampir kembali o0(^_^)0o
    “ambil sisir di kamar buat nyisirin si mpus biar tambah keren”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s