Lian Hearn – Klan Otori “The Harsh Cry of the Heron”

Buku ke empat dari rangkaian Klan Otori ini mengakhiri perjalanan cinta yang penuh lika liku, perjuangan dan pengorbanan (pokoke komplit dah) antara Lord Takeo dan Lady Kaede. Rahasia mengenai keberadaan Hisao anak kandung Lord Otori Takeo dan Yuki yang disembunyikan oleh Akio selama 16 tahun berhasil sampai di telinga Kaede melalui Hana isteri Zenko, adik kandungnya yang iri kepadanya karena pernah ditolak oleh Takeo. Berita ini membuat Kaede yang baru saja kehilangan bayi laki-lakinya merasa dikhianati dan memutuskan untuk berperang melawan Takeo. Padahal Takeo tidak ingin memberitahu Kaede mengenai anak laki-lakinya karena tidak ingin melukai Kaede, tetapi justru itulah yang paling melukai Kaede, karena dia mendengarnya dari orang lain, bukan Takeo. Permintaan maaf Takeo pun tak digubrisnya karena dirinya sudah kepalang emosi.

 

Setelah peperangan mereda dan kekuasaan Tiga Negara telah diserahkan kepada putrinya Shigeko, Takeo akhirnya mengasingkan diri di kuil dan melukis, hingga Akio dan Hisao datang untuk membunuhnya. Maya terbunuh dalam usaha menyelamatkan ayahnya, Akio tewas terkena letusan senjata yang direbutnya dari tangan Hisao. Taeko meninggal dengan menusukan senjata Hisao ke dalam perutnya, menggenapi ramalan kematiannya di tangan anak laki-lakinya sendiri.

 

Sementara anak-anak Lord Takeo dan Kaede, Lady Shigeko yang naik menjadi Lady Maruyama harus berkorban dan meninggalkan Hiroshi yang disukainya untuk menikah dengan Saga. Pernikahan politik yang dilakukan untuk menghentikan perang dan menggabungkan kekuasaan Tiga Negara dan kekuasaan delapan pulau. 

 

Maya dan Miki, si kembar yang terpaksa harus dipisahkan karena memiliki kemampuan tribe yang belum dapat dikendalikan, terutama Maya. Walaupun Takeo berusaha memahami hal tersebut karena dirinya juga merupakan seorang anggota Tribe, tetapi Kaede tidak dapat menerimanya dan seringkali merasa cemas menghadapi kedua anak kembarnya, bahkan menyembunyikan rasa sayangnya dengan bertindak keras. Maya dikirim ke tempat Taku, ditemani oleh Sada setelah membunuh kucing penjaga kuil dengan tatapan Kikuta-nya. Roh kucing itu masuk ke dalam raga Maya dan membuatnya melakukan hal-hal yang tidak disadarinya dan kadang bertentangan dengannya, termasuk membunuh adiknya yang masih bayi secara tidak sengaja karena dihantui oleh Yuki yang dipenuhi dengan dendam terhadap ibunya, Kaede. Perjalanannya bersama Taku dan Sada serta pertemuannya dengan Hisao dan Akio membuatnya mengetahui rahasia ayahnya yang tidak diketahui oleh orang lain, bahkan oleh ibunya sendiri dan bertekad melindungi ayahnya.

 

Penyesalan Kaede datang terlambat, saat pinangan telah diputuskan dan ditentukan oleh Shigeko, dia baru mengetahui bahwa Zenko dan adiknya Hana adalah pengkhianat. Zenko dan Hana di jatuhi hukuman mati, Hana membunuh anak bungsunya terlebih dahulu tetapi Sunaomi dan Chikara berhasil diselamatkan oleh Kaede. Kaede juga hampir melakukan sepukku karena penyesalan yang dirasakannya terhadap Takeo tetapi malah bertemu dengan Miki, putrinya yang terpisah di kuil.

 

 

 

Haaaaah…. akhirnya selesai juga nih buku. Seperti buku novel perang pada umumnya, buku terakhir bagi saya kadang sering saya sebut buku kematian, karena pasti banyak banget yang dibunuh, tewas, diracun, dipanah untuk menghilangkan peran yang “tidak berkepentingan” di sini he he he kalau dibuat semuanya hidup terus, kapan selesainya dong yah (tung turung tung tung…).

 

Baca sendiri aja deh biar seru….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s