Feed on
Posts
Comments

Kyaaa…(more) Puppies

Hari minggu kemaren, saya mampir lagi ke warung si Oom di pertigaan Sempur itu. Membesuk Pepsi plus anak-anaknya. Kyaaaaa……ternyata Pepsi sudah memperbolehkan saya memegang anak-anaknya nya loh ^^

 

 

 

 

 

Lagi pada mimi nih, lucu ya liat imitasi anak sapi mimi seperi ini hihihi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Colak colek…..tetep bobo juga nih

 

huahahaha persis anak sapi sekali ini ya

 

 

ugghh……

**masih kangen pingin peluk peluk anjing besar**

Conna & de Puppies

Huuummm…rasanya hari ini saya ingin sekali memeluk anjing yang besaaaaarrrrr, berbulu lebat dan berkuping panjang……kangen rasanya memegang paws-nya, mencubit hidungnya, menggaruk belakang kupingnya atau memflipflopkan kupingnya, kanan…kiri…kanan…kiri…..hihihihi……

 

Hal itu biasanya saya sih lakukan sendiri loh tanpa pemeran pengganti gitchu - sok ngartis wkwkwk ***disorakin rame-rame** Tapi berhubung sekarang susah nemu anjing besar yang bisa dipeluk-peluk maka saya kasih foto lagi aja yah…..

 

Ini indukan golden retriever yang harus saya rawat, namanya Conna. Waktu itu sih Conna belum divaksin jadi harus dipisahkan dengan anjing-anjing lainnya karena belum mempunyai kekebalan terhadap penyakit dan dikawatirkan anaknya nanti akan rentan terhadap penyakit dari anjing-anjing di sekitarnya. Akhirnya saya yang kegirangan ketika Conna ditempatkan di tempat saya dengan anaknya yang berjumlah  9 ekor. Berhubung anaknya cukup banyak pada kelahiran pertama ini, 3 diantaranya premature (satu per satu berguguran dan tidak dapat diselamatkan, selain sudah ukurannya kecil, susah bersaing menyusu pada induknya dengan saudara-saudaranya yang lain).Jadi tinggallah induknya dan 6 ekor anaknya - 3 jantan dan 3 betina.

 

 

 

Perawatan selama 2 minggu pertama tidak merepotkan karena anak anjing masih belum dapat melihat dan saya pun masih bisa mengajak Conna jalan-jalan mengusir bosan setiap sore dan malam hari ketika saya memberikan susu tambahan buat anak-anaknya.  Anak-anak juga tidak akan merasa kehilangan induknya dengan catatan mereka semua sudah kenyang minum susu dan sudah diletakkan di tempat yang hangat, walaupun saat balik saya akan menemukan mereka bertebaran di lantai ruangan dengan pose tidur yang sangat kocak. Sebagai nutrisi tambahan saya juga memberikan susu formula khusus untuk anak anjing hingga mereka berusia 4 minggu sementara induknya saya beri susu sapi 1 liter setiap harinya.

 

Semakin besar mereka, semakin keliatan karakteristik dari masing-masing anak, berhubung saya hanya bertugas merawat, saya tidak boleh merasa memiliki apalagi menamai mereka, tapi sutralah……saya namai mereka sesuai penampakan mereka masing-masing hehehe…..just for myself ^^

 

 

Ada yang saya panggil si Ndut - karena badannya memang paling bongsor dan gendut, bulunya juga paling putih mengikuti bapaknya yang Labrador, kalau lagi menyusu pada induknya Ndut terlihat bagaikan bulldozer, ndempil dempil ngelindes saudaranya yang lain demi mendapatkan susu hehehe

 

 

Ada juga si Yoda - badannya langsing ramping, moncongnya terlihat lebih panjang dari si Ndut dengan bulu yang cenderung memihak keluarga Golden, anak jantan satu ini yang paling manja kalau diajak jalan, gak boleh ketinggalan atau dia akan ungsing-ungsing kebingungan (saya tau ini karena saya sering iseng nyumput di belakang tembok pas jadwal jalan pagi dan sore hehehe). Namanya saya dapat karena si Yoda ini kalau di kamarnya selalu jaim dibandingkan dengan yang lain, selonjoran dengan kaki depan bersilangan di depan, mukanya wise banget…jadi keingetan nonton pilem Jedi itu…master Yoda yang selalu duduk dan mengawasi sekitarnya dengan lirikan matanya.

 

Coco si imut cantik berwarna paling coklat dibandingkan dengan anakan betina lainnya, pengaruh goldennya sangat kuat. Lucunya si Coco ini paling suka mengendus orang dari belakang dan mengagetkan semua staff yang ada di sana….jadi kalau ada jeritan mendadak pasti itu tandanya ada si Coco di sana hahahaha

 

Momo si pemalu yang suka mojok di bawah rimbun pohon-pohon. Momo itu singkatan dari MM ato Marlyin Monroe, saya panggil demikian karena si Momo ini punya tahi lalat di moncongnya ^^ cantik

 

Balu si anak anjing tomboy, perawakannya cenderung ke Labrador, besarnya hampir sama dengan si ndut tapi sifatnya lebih kalem dan mengalah. Saya namakan Balu, singkatan dari bajak laut karena mata kanannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Saya rasa dengan kekurangannya itu, kuping dan hidungnya malah menjadi lebih peka dibandingkan dengan yang lainnya. Balu dapat membaui saya yang mengendap-ngendap mengintip di jendela, membawakan jatah susu malam mereka.  

 

 

Last but not least yaitu si Timun, saya beri nama timun karena ketika sampai di tempat pertama kali saya besarnya seperti ketimun, kecil sekali. Perawatannya juga paling ekstra, harus ditunggui ketika menyusu biar tidak terjepit dengan saudaranya yang lain, mendapat susu tambahan setiap jam sekali untuk beberapa cc susu, disinari dengan penghangat hingga masa kritis pertumbuhan sudah lewat. I love Timun because he is a survivor, paling pintar - yang lain juga pintar-pintar sih cuma ditunjang dengan badannya yang lebih mungil dia jadi lebih gesit jika dibandingkan dengan yang lainnya hehehe….

 

 

Pemberian obat cacing dan vaksinasi sudah komplit hingga akhirnya saya pun harus berpisah dengan mereka menjelang usia mereka di minggu ke-12. Sedih juga secara setiap hari selain mengurus monyet saya juga menghabiskan waktu bersama mereka dari pagi sampai malam, tapi saya sudah cukup senang kok kalau mereka menemukan rumah yang baik dan diperlakukan dengan baik pula. Ndut dan Yoda diadopsi oleh Opung dan saya masih bisa membesuk mereka setiap malam hingga usia mereka mencapai bulan ke-7 dan diboyong ke rumahnya - dilanjutkan oleh Abang sekarang ya. Yoda diboyong ke Semarang ikut kepolisian dan Ndut sudah jadi bapak dari 6 anak dengan seekor Labrador hitam yang manis (3 mingguan lalu sempat liat sebentar di tengah keriuhan acara pemakaman tapi belom sempat denger cerita komplitnya sih). Timun diboyong salah satu direksi di kantor saya yang lama dan para gadis kembali ke kandang asal bersama induknya menunggu para calon orang tua adopsi. Saya cuma berharap mereka disayang ya ^^

 

Huaaaaaaaa……….jadi tambah kangeeeennnn……

Ayooo, yang punya anjing besar acungkan tangannya, saya mau pinjam dulu…… boleh???

o0(^_^)0o

 

Foto kucing mungil berbulu kuning dan bermata biru itu masih tersimpan di hape saya. Kucing jantan muda yang lucu, Alex namanya…..wkwkwkwk banyak cowo-cowo yang kalah keren namanya ya ^^

 

 

 

 

Sayang dia sudah tak di kos saya lagi.

 

 

 

 

 

  o0(^_^)0o coba lihat mata birunya yang menakjubkan itu

 

 

 

 

 

di Detik Ini…

Ada kalanya ingin sendiri, benar-benar sendiri tanpa perlu memikirkan yang lain, hal-hal yang remeh temeh, perasaan orang lain ataupun masa yang akan datang.

 

Hanya sendiri di detik ini.

 

 

 

Terkadang ingin tak peduli, menutup kedua telinga, memejamkan mata dan melangkah sesuka hati, meninggalkan semua. Melepas semua harapan yang menghantui, meninggalkan bertumpuk dokumen dan tugas yang tak kunjung henti, mencabut line extension yang makin ramai berdering di bulan terakhir ini.

 

Letih……

Tak ingin tersenyum atau tertawa di kala sedih atau terluka.  

Hanya ingin merengkuhnya…masih di detik ini.  

 

Egoiskah aku?

Apakah Yuki sama sang salju telah membuat hatiku beku?

Gomen ne Koibito-chan, mitsu sannen desu,

honto ni natsikushii desu - banyak sekari ya…

 

Saat air mata - membasahi bumi - yang tak akan bisa - menghapus sang pedih

Aku pun tak bisa - saat kau meminta - tuk bangkitkan lagi - yang telah lama mati

Biarlah - biarlah semua - berlalu seperti waktu - & kini hadapi semua walaupun itu perih

Ini bukan akhir dunia - dan bukan segalanya - janganlah berhenti - sampai akhir nanti

Biarlah - biarlah semua - berlalu seperti waktu - & kini hadapi semua walaupun itu perih

-Andra & the Back Bone-

Pulang melihat bazaar di lapangan saya mampir ke pertigaan jalan Sempur menuju warung si Oom, kali ini tidak ingin belanja, memesan aqua atau menitipkan laundry, tapi menjenguk si Pepsi yang baru saja melahirkan.

 

Seekor anjing mungil dengan 6 anak kali ini.  Lahiran pertama dulu, anaknya tidak selamat karena induknya terlalu muda dan kecil waktu itu. Lahiran kedua, anaknya selamat dan langsung menjadi rebutan kenalan si Oom ketika usianya menjelang 2 bulanan, hanya diambil satu si Buddy yang setiap malam mengkibas-kibaskan buntutnya di dalam pagar rumah untuk menemani ibunya menjaga warung.

 

Minggu lalu ketiga kalinya si Pepsi beranak….umur anak-anaknya baru lima hari ketika saya menjepretkan hape ke arah keluarga baru itu loh, tapi lihat bohay bohay banget kan anaknya ^^ saya suka yang putih, seperti sapi indihe dengan dot hitam di ubun-ubunnya dan kedua kuping dan ekor berwarna hitam.

 

Kawaaiiii…….

 

 

 

 

 

 

Kali ini Pepsi saya nobatkan jadi duta ASI (Air Susu Induk) deh ^^

 

Huumm….minggu kemarin saya kembali lagi keliling-keliling di Bazaar lapangan Sempur, mencari pot baru untuk memindahkan anggrek-angrek saya yang sudah pada tumbuh subur di kosan (persis seperti saya hehehe…itu kata tante kos eike tadi malam) itung-itung sekalian jalan kaki sambil sauna karena banyaknya orang yang berjejalan di situ hehehe….

 

Kali ini para pengunjung bukan hanya berjejalan tapi bergoyangan karena ada sebuah merek minuman kesegaran yang sedang promosi kepada para pengunjung riuh mengajak mereka bergoyang di atas panggung, maunya sih saya juga ikut goyang…tapi takut panggungnya ke’bor sama goyangan saya….hehehe

 

Teruussssss…..berhubung saya sedang senang poto jeprat jepret sana sini, ini ada sedikit oleh-oleh dari lapangan, meskipun mungkin tidak semuanya terfoto dengan baik ya **siapin lakban buat nyumpel Eru wkwkwk**

 

 

 

 

Strawberry merah yang segar, satu kotaknya berkisar 5.000 - 7.000 rupiah.

Jeng Nova beli 2 kotak, lalu saya ikutan icip he he he

 

 

 

Si ibu penjual boneka dengan tren marketing yang baru ^^

Caranya sangat bagus untuk menarik perhatian calon pembeli loh, apalagi anak-anak.

Ada juga boneka yang kecapean menemani ibunya jualan

 

 

 

Kelinci-kelinci imut untuk dipiara di rumah

 

 

 

 

 

 

 

Day Old Duck, DOD alias anak bebek   

 

 

 

Ikan-ikan kecil yang dimasukan ke dalam plastik dan diberi udara *sigh*

 

Si kelomang alias hermit crab  

 

 

 

 

Mencit putih yang sedang jadi tren peliharaan baru setelah hamster

 

 

 

 

 

 

Burung-burung mungil yang sudah diberi pewarna, kalian bisa melihat bagian perutnya yang diberi pewarna hijau itu kah? (duh saya paling sebel yang seperti ini nih indikasi kalau animal welfare masih minim di tempat kita) 

 

 

 

 

kura-kura Brazil….humm….biasanya sih tiap minggu ada, tapi kemarin saya tidak melihatya ya? kemana dia???

Next….nanti saya akan me-review nasi liwet yang cukup nyam-nyam di lapangan….tunggu sampai topik bazaar berikutnya ya

si (tanaman) Unik

Naaaaahhh ini dia si rombongan ketiga…… beberapa jenis tanaman yang cukup unik di mata saya

 

 

**sudah mendengar protes dari para fakir bandwidth** wkwkwkw

 

 

si cantik yang mawar bukan (kayaknya), kembang sepatu juga bukan…

apa yaaa…??? ada yang tau?..

 

si daun mungil yang bermotif rumit aselinya lebih indah karena urat garisnya itu berwarna emas, kata penjualnya sih namanya Makodes, masih saudaranya anggrek ceunah…

   

si kembang bergada putih….anggun di tengah rimbun daunnya yang belang-belang putih hijau itu 

 

 

tanaman bunga yang keliatan bunga pucuknya aja, tanpa ada daun, hanya bunga dan batang…apa-naga gitu namanya ya, lupa je …. 

 

  
 

 
 
 

 

 

 

 

    

 

tanaman aneh yang terlihat seperti tongkat kayu berwarna hijau ternyata namanya adalah Tongkat Raja yang masih masuk ke dalam golongan Sansiviera

 

 

 

 

 

nah kalau ini tanaman si lidah mertua yang pernah saya bicarakan di pameran yang sebelumnya

 

 

 

Kadaka Osaka, mirip dengan paku-pakuan yang ada di halaman rumah tapi tepi daun Kadaka ini bergelombang seperti direnda ^^

 

 

Hamparan tanaman mawar mutasi di salah satu kios penjual (itu bukan kaki penjual loh tapi kakinya Jeng Nova hehehe)

 

 

 

 

Bunganya seperti bunga ros kecipratan bayclin menurut saya **imaginasi mode on**  karena saya lebih suka mawar tulip yang warnanya polos sih…

 

 

 

 

 

si baby rotan, unik karena saya jarang liat rotan yang masih baby, seringnya liat mebel rotan….

**disabet pake rotan juga dah pernah** hikz

 

 

Humm…ini lagi tanaman ga jelas juga, bentuknya hampir mirip sama sayur kol, hanya saja helai daunnya seperti beludru dan terlihat agak berbulu seperti karpet gruntal gruntal….kusyut….

  

 

 

Selamat menikmati ya…..

^ ^

 

 

 

 

 

 

 

 

Nah ini dia tanaman-tanaman yang sedang digemari ^ ^

 

Misi-misi…rombongan kedua mauu lewattt….

 

 

 

 

 

 

 

Adeemmmm……

^ ^

Horeeeee….hari sabtu tibanya cepat juga, seneng juga tau-tau sudah weekend lagi biarpun sedikit cemas karena hari sabtu kemarin saya harus balik lagi ke toko berplang kuning itu untuk utak-atik kaki, pasalnya saya tau saya pasti dikasih jatah pressure di kaki untuk seminggu dan ternyata memang benar (hikz), sakit…tapi berhubung pingin sembuh, kasssiiihhh daaahhh…..saya memang pengguna Simpati kok ^^  hehehe…

 

Pulangnya sembari meluruskan kaki-kaki yang keriting, saya dan Jeng Nova dari arah Surya Kencana mampir sebentar di BTM untuk makan siang dan menyusuri pinggiran Kebun Raya langsung menuju Pameran Tanaman yang ada di halaman Gedung Kejaksaan (persis di depan Kebun Raya kok, di antara Hotel Salak dan sekolah Regina Pacis).

 

 

 

Nyampe di sana rasanya hati langsung adem liat tanaman yang beraneka ragam dan bunga yang berwarna warni. Setelah minta ijin sama para penjual bunganya, saya sempatkan juga jeprat jepret. Gambar yang anda liat…langsung dari hape saya… wkwkwkwk sayangnya sore itu keburu hujan, jadilah kegiatan foto-memotonya dihentikan karena tangannya harus dipakai memegang payung…..

 

Buat para pecinta tanaman, pamerannya masih berlangsung hingga tanggal 15 Juni 2008 loh, ayo bergegas…..

 

Buat para fakir bandwidth…hummm….. waspadaaalah……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

**nyanyi nyanyi..**

*Lihat pameraaannn…penuh dengan bungaaaa…*

syup syup paw paw…..

 

Since I’m not able to go back to the acupressure clinic everyday to continue the 8th therapy, I have to do the therapy by myself, keep my food on the track (that’s mean oat, oat and more oat….) and do the check up next Saturday. The lady gave me the clue - spots map on my feet (just like that cluster map on that side tab) and that (little devil) wood stick - to stick on my swollen feet with.

 

 

The cluster map on my feet & the wood stick

 

And at lassttt……..after the whole 12 days after the torcher….my swollen feet show some wrinkle hihihihi……never been this happy to get my wrinkle back on the edge of every spot marks…….those beatifull wrinkles ^ ^

 

Hummm….I do love my feet more with the wrinkles….wkwkwk

« Newer Posts - Older Posts »