Huuummm…rasanya hari ini saya ingin sekali memeluk anjing yang besaaaaarrrrr, berbulu lebat dan berkuping panjang……kangen rasanya memegang paws-nya, mencubit hidungnya, menggaruk belakang kupingnya atau memflipflopkan kupingnya, kanan…kiri…kanan…kiri…..hihihihi……
Hal itu biasanya saya sih lakukan sendiri loh tanpa pemeran pengganti gitchu - sok ngartis wkwkwk ***disorakin rame-rame** Tapi berhubung sekarang susah nemu anjing besar yang bisa dipeluk-peluk maka saya kasih foto lagi aja yah…..
Ini indukan golden retriever yang harus saya rawat, namanya Conna. Waktu itu sih Conna belum divaksin jadi harus dipisahkan dengan anjing-anjing lainnya karena belum mempunyai kekebalan terhadap penyakit dan dikawatirkan anaknya nanti akan rentan terhadap penyakit dari anjing-anjing di sekitarnya. Akhirnya saya yang kegirangan ketika Conna ditempatkan di tempat saya dengan anaknya yang berjumlah 9 ekor. Berhubung anaknya cukup banyak pada kelahiran pertama ini, 3 diantaranya premature (satu per satu berguguran dan tidak dapat diselamatkan, selain sudah ukurannya kecil, susah bersaing menyusu pada induknya dengan saudara-saudaranya yang lain).Jadi tinggallah induknya dan 6 ekor anaknya - 3 jantan dan 3 betina.
Perawatan selama 2 minggu pertama tidak merepotkan karena anak anjing masih belum dapat melihat dan saya pun masih bisa mengajak Conna jalan-jalan mengusir bosan setiap sore dan malam hari ketika saya memberikan susu tambahan buat anak-anaknya. Anak-anak juga tidak akan merasa kehilangan induknya dengan catatan mereka semua sudah kenyang minum susu dan sudah diletakkan di tempat yang hangat, walaupun saat balik saya akan menemukan mereka bertebaran di lantai ruangan dengan pose tidur yang sangat kocak. Sebagai nutrisi tambahan saya juga memberikan susu formula khusus untuk anak anjing hingga mereka berusia 4 minggu sementara induknya saya beri susu sapi 1 liter setiap harinya.
Semakin besar mereka, semakin keliatan karakteristik dari masing-masing anak, berhubung saya hanya bertugas merawat, saya tidak boleh merasa memiliki apalagi menamai mereka, tapi sutralah……saya namai mereka sesuai penampakan mereka masing-masing hehehe…..just for myself ^^

Ada yang saya panggil si Ndut - karena badannya memang paling bongsor dan gendut, bulunya juga paling putih mengikuti bapaknya yang Labrador, kalau lagi menyusu pada induknya Ndut terlihat bagaikan bulldozer, ndempil dempil ngelindes saudaranya yang lain demi mendapatkan susu hehehe

Ada juga si Yoda - badannya langsing ramping, moncongnya terlihat lebih panjang dari si Ndut dengan bulu yang cenderung memihak keluarga Golden, anak jantan satu ini yang paling manja kalau diajak jalan, gak boleh ketinggalan atau dia akan ungsing-ungsing kebingungan (saya tau ini karena saya sering iseng nyumput di belakang tembok pas jadwal jalan pagi dan sore hehehe). Namanya saya dapat karena si Yoda ini kalau di kamarnya selalu jaim dibandingkan dengan yang lain, selonjoran dengan kaki depan bersilangan di depan, mukanya wise banget…jadi keingetan nonton pilem Jedi itu…master Yoda yang selalu duduk dan mengawasi sekitarnya dengan lirikan matanya.

Coco si imut cantik berwarna paling coklat dibandingkan dengan anakan betina lainnya, pengaruh goldennya sangat kuat. Lucunya si Coco ini paling suka mengendus orang dari belakang dan mengagetkan semua staff yang ada di sana….jadi kalau ada jeritan mendadak pasti itu tandanya ada si Coco di sana hahahaha

Momo si pemalu yang suka mojok di bawah rimbun pohon-pohon. Momo itu singkatan dari MM ato Marlyin Monroe, saya panggil demikian karena si Momo ini punya tahi lalat di moncongnya ^^ cantik

Balu si anak anjing tomboy, perawakannya cenderung ke Labrador, besarnya hampir sama dengan si ndut tapi sifatnya lebih kalem dan mengalah. Saya namakan Balu, singkatan dari bajak laut karena mata kanannya tidak dapat berfungsi dengan baik. Saya rasa dengan kekurangannya itu, kuping dan hidungnya malah menjadi lebih peka dibandingkan dengan yang lainnya. Balu dapat membaui saya yang mengendap-ngendap mengintip di jendela, membawakan jatah susu malam mereka.

Last but not least yaitu si Timun, saya beri nama timun karena ketika sampai di tempat pertama kali saya besarnya seperti ketimun, kecil sekali. Perawatannya juga paling ekstra, harus ditunggui ketika menyusu biar tidak terjepit dengan saudaranya yang lain, mendapat susu tambahan setiap jam sekali untuk beberapa cc susu, disinari dengan penghangat hingga masa kritis pertumbuhan sudah lewat. I love Timun because he is a survivor, paling pintar - yang lain juga pintar-pintar sih cuma ditunjang dengan badannya yang lebih mungil dia jadi lebih gesit jika dibandingkan dengan yang lainnya hehehe….
Pemberian obat cacing dan vaksinasi sudah komplit hingga akhirnya saya pun harus berpisah dengan mereka menjelang usia mereka di minggu ke-12. Sedih juga secara setiap hari selain mengurus monyet saya juga menghabiskan waktu bersama mereka dari pagi sampai malam, tapi saya sudah cukup senang kok kalau mereka menemukan rumah yang baik dan diperlakukan dengan baik pula. Ndut dan Yoda diadopsi oleh Opung dan saya masih bisa membesuk mereka setiap malam hingga usia mereka mencapai bulan ke-7 dan diboyong ke rumahnya - dilanjutkan oleh Abang sekarang ya. Yoda diboyong ke Semarang ikut kepolisian dan Ndut sudah jadi bapak dari 6 anak dengan seekor Labrador hitam yang manis (3 mingguan lalu sempat liat sebentar di tengah keriuhan acara pemakaman tapi belom sempat denger cerita komplitnya sih). Timun diboyong salah satu direksi di kantor saya yang lama dan para gadis kembali ke kandang asal bersama induknya menunggu para calon orang tua adopsi. Saya cuma berharap mereka disayang ya ^^
Huaaaaaaaa……….jadi tambah kangeeeennnn……
Ayooo, yang punya anjing besar acungkan tangannya, saya mau pinjam dulu…… boleh???
o0(^_^)0o