BasBang Report: Japan, day One

Rainbow Bridge - Tokyo, Japan

Saya masih ingat ketika diberitahu tentang rencana keberangkatan akhir tahun itu ke Jepang. Antusias, jelas. Deg degan juga iya sih. #gakusahngomendeh #sediapentungan. Akhirnya kesampaian juga mengunjungi negeri doraemon, naek baling-baling bambu? ya enggaklah, yang pasti ga bakalan kuat baling-baling bambunya itu ;p

Informasi sebelumnya bisa dibaca di sini loh.

Penerbangan dari Jakarta ke Tokyo dijadwalkan malam hari menjelang mitnait. Sorenya sendiri grup saya sudah berkumpul di depan gamelan yang ada di salah satu pelataran bandara terminal 2 Soekarno-Hatta sembari menunggu teman-teman lain yang dari Medan dan Surabaya. Ketika dipersilahkan memasuki pesawat hampir semua matanya sudah 5 watt dan langsung mengatur posisi hibernasi. Penerbangannya sendiri memakan waktu 6 jam. Saya sendiri langsung terlelap tidak lama setelah pesawat lepas landas dan baru membuka mata ketika dibangunkan oleh pramugari untuk sarapan. Benar-benar makan pagi namanya secara jam menunjukkan pukul 4 pagi ‘tepok jidat’ Kebanyakan para penumpang segera menghabiskan sarapannya dan segera kembali memejamkan mata, sementara saya yang sudah gak bisa tidur lagi mencoba mengutak-atik layar kecil di depan tempat duduk. Beberapa lama kemudian warna langit yang terlihat melalui jendela mulai terlihat cerah dan yang terlihat hanyalah awan-awan yang menggumpal. Lama saya menatap ke luar sembari diiringi dengkuran penumpang di sebelah – romantis banget kan ;p

Awan-awan mulai menghilang ketika pesawat mulai menukik turun, tujuan sudah dekat rupanya. Hamparan bukit-bukit kecil dan atap rumah mulai nampak di bawah sana. Pemandangan yang terlihat seperti negeri liliput karena banyak sekali bukit-bukit kecil, sawah dan sekelompok rumah-rumah mungil. Apa benar ini sudah mau sampai ya? kok kayak di pedesaan gitu pemandangannya padahal bayangan selama ini kan Tokyo kan banyak gedungnya alias kota besar gitu. Suara sang pilot melalui speaker mulai terdengar, memberitahukan bahwa sebentar lagi kami akan segera mendarat. Saya menahan nafas, tidak sabar untuk segera keluar menjejakkan kaki karena badan mulai terasa pegal karena duduk semalaman #alesan. Tapi jujur saja, kepergian kali ini saya membawa satu harapan, tentang dia.

Begitu tiba di Narita kami harus melalui pos pemeriksaan pertama, disambung dengan pemeriksaan imigrasi. Pemeriksaan visa dan imigrasinya cukup ketat karena harus meninggalkan sidik jari dari tangan kanan dan kiri, ketika hendak melalui gate keluar pun masih ditanya tentang alasan kedatangan ke Jepang itu dengan muka yang cukup lempeng-lempeng sinis khas petugas imigrasi. Menghirup udara di luar bandara, awalnya terasa menyegarkan kemudian brrrrr….. semua bergegas menuju ke bis mungil mengikuti guide kami yang ternyata cukup gaul errrr… saya lupa namanya je. Saya langsung menuju kursi di pojok belakang supaya bebas menjepret-jepret. Bis pun segera melaju meninggalkan airport. Fuji san kami datang.

About these ads

6 thoughts on “BasBang Report: Japan, day One

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s