Retakan nekrosa sel-sel hati saya hampir seperti papan tulis yang penuh dengan jejak kapur berwarna warni bertumpuk bertuliskan namanya hingga tak ada lagi ruang kosong lagi untuk menulis. Saya merindukannya dan setelah sekian lama rasa ini masih saja hadir untuknya.
Apakah kamu tahu?
Rindu ini bagaikan virus yang tak terdeteksi, mengendap dan bereplikasi di sudut sel-sel memori otak dan hati tanpa gejala patognomonis yang nyata. Menimbulkan intermittent fever setiap kali sistem imun dalam tubuhmu lengah. Irama dan aroma tertentu akan menstimulasi mereka keluar dari sel-sel memori B beriringan dengan eritrosit yang mengisi setiap pembuluh darah kapiler. Tanpa dilatasi dinding kapiler, jantungmu akan berdenyut lebih cepat dengan irama lup dup iregular, mengaktifkan kelenjar air matamu dengan gejala klinis yang muncul adalah hiperlakrimasi. Pada saat yang sama setiap inhalasi, setiap hembusan nafas yang memompa oksigen ke dalam paru-parumu akan terasa begitu menyesakkan dan menyakitkan.
Virus itu akan tetap bereplikasi hingga yang tersisa kemudian hanyalah diagnosis infausta. Sedikit harapan untuk bertahan hingga ditemukannya antidot spesifik yang mampu mengobatinya. Sedikit harapan

someday......... 'grab from google'
You are my antidote koibito kun desu.
Until then I’m just a patient







*kasi infus*
hayoo… siapa ini…
you are the pain
you are the cure also
you are the sun
you are the darkness also
you are the hate
you are the love also
la la la la
* overdose mp3 today >_< *
Rindu ma sapa nih?
cie… cie… LDR nih…
ditelpon laa…
ciye ciyeeee
hmmm… sapa ya yg dirinduin ama Po satu ini
r.u.m.i.t. !!
*kasih vitacimin*
*seret bwat vaksinasi*
Rinie suka pic na.. kerenn
hehhehee
“koibito kun desu” ituh apaan yak?
*kasi napas bantuan*
aduh aduh aduh, aku gak ngerti. kangen? sama aku yaaa?? *wink wink*
weLL
*veryy big hugzzzzzzzzzzzzzz…..**
maen ke bandung yu non…
nanti kl ada rezeki kita ke jepang yoyoyo…aminn
very good and interesting site which I will now visit frequently. regards
awwwwwwwwwwwwwwww…
*GIANT BEAR HUGZZZZZZ*
mungkin kamu terlalu keras kepala sell…
hope he’s really worth it… kalo ndak biyar kugetok palanya pake kibod… bikin sahabatku ini nyanyi2 rindu ala Betharia Sonata gini…
hmmmm… apa kukirimin tiket pp ke jogja aja yah…???
terlalu banyak istilah ilmiah
pasti rindu ama gw kan? ngaku!! NGAKU!!!!!
Hi..
Nice blog..
Congratulation..
☆ Martinha ☆
=)
http://travelandtrips.wordpress.com/
hhmmm mencoba memaknainya…apaan tuh barusan lewat…
@Ries : ‘glugug inpusnya’
@Itikkecil : ah… ‘mingkem’
@Ruru : yeah kinda sound so, but still the feeling wont go away (T.T)
@Rian :
@Arm :
@Andiyan :
@Mamam kiki : ada deh ^^
@Warm : emang, makanya ta tulis complicated toh pakde ‘hikz’
*caplok vitaciminnya*
@Thelo : ‘gigit thelo’
@Rinie : kalau ga keren ga dipasang dong rin
@Goen : someone special for me
@Nie : ‘pentung’ ge er aja deh wkwkwk
@Unai : ‘peyuk peyuk’
@Klaus : Hi Klaus, thanks for stoppin by & the compliment, I really appreciated that. i’ve been trying to visit your, but hardly understand other language than my limited Englih.
@Poo : ya mungkin aku memang keras kepala, but this is the price I have to pay when I follow my heart rite
‘kirim tiket’e sinih Poo’
@Nengfey : kalo pake bahasa biasa nanti malah jadi kae teks lagu dangdut soale neng
@Ichanx : cih, KTP saya masih ada kok pak!!!
@Martinha : thanks for stoppin by dear
@Omiyan : saya sendiri masih berusaha memaknainya Om
wahhhh, keren tulisannya.
satu2nya penulis yg saya pernah baca tulisannya dgn gaya bahasa ilmiah tp teteup puitis cuman tulisannya dewi lestari, tapi sekarang udah nambah satu lagi, ya tulisan mbak ini.
salut dehh
finally, one step ahead, today im goin to your home, will you be there kah? coto mate
[...] Awan-awan mulai menghilang ketika pesawat mulai menukik turun, tujuan sudah dekat rupanya. Hamparan bukit-bukit kecil dan atap rumah mulai nampak di bawah sana. Pemandangan yang terlihat seperti negeri liliput karena banyak sekali bukit-bukit kecil, sawah dan sekelompok rumah-rumah mungil. Apa benar ini sudah mau sampai ya? kok kayak di pedesaan gitu pemandangannya padahal bayangan selama ini kan Tokyo kan banyak gedungnya alias kota besar gitu. Suara sang pilot melalui speaker mulai terdengar, memberitahukan bahwa sebentar lagi kami akan segera mendarat. Saya menahan nafas, tidak sabar untuk segera keluar menjejakkan kaki karena badan mulai terasa pegal karena duduk semalaman #alesan. Tapi jujur saja, kepergian kali ini saya membawa satu harapan, tentang dia. [...]