Since I have enough sleeping and rest on the bus I decided to go to Prambanan that day. So after taking a fresh shower and breakfast at Seturan, Toko drove me back to trans Yogya halte on Amplas and I took 1B route to take me to Prambanan halte. The temples are seen from the main street but to get to the main gate you could walk or riding a becak. And I prefer to walk to spend the time.
Prambanan main temples are Shiva (the biggest), Wishnu and Brahma. When I came, Wishnu was the only one which opened for public and for safety only 20 person max allowed to take turn to visit the inside of the temple. This is a Hindu’s temple so the architecture is different with Borobudur. The sculptures on the outsider wall were simple. Most of the relics on the lower ground describe the tree of life which known as Kalpataru in Indonesian language.
Later from Pak Sugiyanto, the guide who explained me about the story about the temple, I just knew that Prambanan was influenced by Budhism. I found a few Budha statues among Shiva, Wishnu, and Ganesha in the Prambanan museum. He told me that the princess from the kingdom who build Borobudur was married with one of the prince who build the Prambanan so she have a little bit influenced in this temple. He also told me that each temple of Prambanan has its own spell to protect the temple. The stone box called ‘peripih’ was use to keep the precious thing (gold, silver or bronze) and some written spell. The filled peripih then was put into a deep hole on the center of the temple’s room which believe could create the protection shield for the temple from bad things.
Honestly, Pak Sugiyanto has been kindly enough to share his knowledge, too bad my brain cells got dried because of the heat. So I kind of worried that I might change the history ^^ but if you ever come to Yogyakarta and visit Prambanan, you could contact Pak Sugiyanto to be your guide.
Sugiyanto
Office:
Taman Wisata Candi Prambanan
Jl. Yogya – Solo Km. 17
Prambanan, Klaten 57454
Phone : 62 274 496401
HP : 62 815 7851 3740
Gomen Pak Sugi, saya tidak bisa mengingat semua ceritanya secara detil tentang dewa Shiva yang memenggal kepala anaknya kemudian menggantikannya dengan kepala gajah dan dikenal sebagai Ganesha yang sering digunakan sebagai lambang ilmu pengetahuan atau hubungan mitos Roro Jonggrang dengan Prambanan seperti yang sudah bapak ceritakan. huhuhuhu…. maafkan tante pilipin ini ya pak.













aku juga baru dari prambanan……wahhh…fotonya bagus2…. *ngebandingin pas aku moto2…narsis semua*
Prambanan memang sangat disarankan utk dikunjungi jika berlibur ke Jogja
Secara aku paling sering lewat sana klo pulang dr kantor
salah satu kebanggaan indonesia..
photonya bagus2 ya
Salah satu fave gw kalo ke jogja
*selain kaliurang hi hi hi*
i was there in 1997, so long huh ?
liburannya kyknya menyenangkan banget,
photo2nya juga oke
huwaaa………… jalan !!! mupeng !!!
@ Nai : kelilingin semuanya ga Nai, aku wis mumet kepanasan, makanya ngadem di museum je, nyesel juga belom sempet ke belakangnya liat candi-candi yang laen nih.
@ Manik : walah wong Jogja toh ^^ makasih dah mampir ke sini ya
@ Emfajar : iya kita memang harus bangga kok. Wah terima kasih buat pujiannya nih, tapi poto saya masih jauh dari bagus mas ^^
@ Eru : walah, mojok di Prambanan mah panas ru hehehehe
@ Warmorning : iya itu mah long long time ago Oom ^^
@ Jingga bel : masa liburan ungsing-ungsingan, dinikmati dung ah ^^ *uwel uwel si mpus*
never been there, looks superb ya? kaya di tomb rider
Mau juga kesana.
Tapi tau kapan..
Cella… kamu dikasi komisi berapa sama Pak Sugiyanto ituh buat mromosiin dia di blog…???
Wah, lama sekali nih blom kembali berkunjung kesana lagi sejak jaman SMP dulu.. trims buat posting entry yang satu ini.. jadi inget akan mudik kampung nih!
Salam hangat dari afrika barat!
@ Bubba : hmmm…. sepertinya belom buka postingan saya tentang relik di Borobudur ya gyahaahha…. kalo itu Indiana Jones mungkin *nyengir*
@ Aki Herry : ayoo ki, tinggal naik kereta dari Kiara Condong turun di Tugu trus nge-trans Jogja aja kok ^^
@ Carra : dooohhh… jangan curigaan gitu dung, abis bapak itu sudah berbaik hati menjelaskan panjang lebar padaku, itung-itung promo visit Indonesia guide lah jeng *wink wink*
@ Kampret nyasar : Awww… senangnya kalo memang postingan ini bermanfaat buat orang ya ^^
Kapan mudik mas? jangan lupa leule *tetep* gyahahaha
gk komentar, cmn mo bilang
yuhuuuuu…………. !!!!!!!!!!!!!!
blm pernah pergi ke prambanan & borobudur.. jd pengen pergi..
@ Jingga bel: *uwel uwel buntute biar kusut*
@ YauHui : ayooo giatkan visit endonesaa om ^^
[...] temple, Solo, near enough from Yogyakarta. The Prambanan temple itself had been mention in my old post. The dance performed for the whole year every Tuesday and Tuesday night, using an outside stage on [...]
[...] using the trans-Jogja bus with 3.000 rupiahs. And near enough on the edge of the city you can visit Prambanan temple and watch the Rama-Shinta cultural dance performance, Borobudur temple, Candi Boko, a [...]