That Sunday, there was a dog exhibition in one of the field in Bangli. The sky was so blue with bunch of clouds hangin, lining coverin the sunshine. I found mama panda on duty among the stands. There are a lot of dogs from black labrador, golden retriever, rottweiler, kintamani, doberman, pug, Pomeranian, mini pincher, etc etc.
It’s a furry weekend for dog’s lover like me ^^
BEWARE for fakir bandwidth !!!
Ketika saya datang, acara belum dimulai. Para staff stand sponsor sudah bersiaga di tendanya dengan banner dan produknya masing-masing. Para pemilik anjing yang kebanyakan datang bersama keluarganya sudah meramaikan suasana di lapangan Bangli pagi itu.
Ada yang membawa 3 anakan golden retrievernya yang baru berusia 2 bulan beserta induknya, weleh weleh… bongsornya *uwel uwel tiga-tiganya plus induknya dung*. Anak Labrador hitam yang berusia 3 bulan *uwel uwel juga*. Anjing-anjing maltesse yang sedang disaloni oleh pemiliknya hingga berjambul-jambul. Si mini pincher yang didandani menggunakan aksesoris funky oleh si empunya sampai si de’ pitbull yang duduk manis menghalau para penonton dari area tenda tempatnya ditambatkan – kapaaalll kali. Si pitbull ini daun telinganya dihabiskan. Selain untuk alasan medis, saya tidak menyetujui pemotongan daun telinga hanya untuk alasan keren-kerenan atau sekedar ucapan biar lebih bagus dari para pemilik. Sepertinya topik animal welfare masih menjadi suatu tantangan untuk diterapkan di sini. Haaa…sudahlah saya akan mengulasnya di post yang lain next time. *pentung Ichanx karena suka menyiksa hewan dari ayem sampe jupe – tung tung tung*
Seekor anjing collie tampak menyolok diantara anjing-anjing yang lain, karena emang cuma satu-satunya, penampakan collie tapi bodinya lebih mengambil ke german shepherd atau yang lebih dikenal dengan anjing herder. Saya jadi bingung juga membedakannya karena pak polisi pemiliknya malah bilang itu anjing herder (nah loh!).
Hmmm…kalau dilihat-lihat nih, anjing golden sepertinya masih menjadi anjing favorit keluarga nih karena banyak sekali golden bertebaran dimana-mana mulai dari yang kecil sampai golden dewasa. Ada yang digendong, ada yang berjalan gagah di samping pemiliknya, ada juga yang dikandangi biar tidak nakal. Ada seorang bapak pemilik golden (maaf saya lupa nama pemilik dan anjingnya, abis banyak banget sih) yang bilang kalau ‘anak’nya si golden bongsor itu kalau makan harus disuapin, istri dan anak saya saja kalah katanya *gubrak* saya dan mpok Anna sih hanya ketawa-ketawa saja dengarnya, maklum kami juga pecinta anjing, jadi mengerti kalau ‘anak-anak’ tersebut lagi pada pengen dimanja.
Di situ saya juga nemu rotweiller gagah ganteng jumawa yang ramah sehingga kebagian uwel-uwel dari saya juga gyahahaha…. *peyuk peyuk* besar banget loh jeng, enak di peluknya……. Sayangnya saya tidak bisa ikut menghadiri pameran dan perlombaan anjing ini sampai tuntas mengingat kami – Kadek, Imoel, Anna dan saya harus melanjutkan perjalanan ke Kintamani.
Enjoy the pics ya ^^














pertamaxxxx
wahhh imut2 mbakkkkk >_<
mmm… mmm…
*kabooooorrrr*
wedi aku… hiiii…
kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…
*mata langsung melek*
rotweiller… aku mah takut ma satu itu… secara pernah dikejar n pat2ku yg bohay ini sempat di “sun” *ga digigit tapi cuman disenggol pake idungnya* heran juga aku napa dia melakukan itu padaku
… kyaaaaaaaaaa… sampe sekarang kaga mau lagi deket2 rotweiller…
eh klo mo pentung ichanx aku di-im yah… mo bantuin…
saya takut anjing…
@ Atrix : semuanya lucu tuh doginya waktu di sana ^^
@ Senti : hummm…. payah ah
@ Carra : soalnya kalo rotweiller itu tidak melakukan itu duluan padamu, pasti kau duluan yangmelakukan hal itu padanya gyahahaha…… *digigit Poo*
@ cK : ikut terapi sini sama aku buat ngilangin takutnya
kyaaa !!!! lutuuuu !!!!!!!! gk keukeu liat photonya
* hiiss……..uwel2 *
** more uwel2 **
*** hetrix uwel2 ***
@ Jingga bel : kucing yang aneh….. kok malah dirimu yang nguwel nguwel si dogi toh mpus?
@ Ansella :
lah aku kan tipe penyayang