How is your weekend guys?
Weekend saya kemarin cukup hmmm…gimana nyebutnya ya? Macet iya, senang iya, crowded iya, cape iya, boros hu uh secara masih tanggal muda jadi serasa jutawan deh lagunya, udahannya saya merasa seperti Kris Dayanti dengan single album Menghitung Hari hingga gajian berikutnya.
Masih di hari kejepit dan Jumat yang sama di minggu lalu, sepulang kantor saya menyempatkan diri mampir ke Starbucks Botani Square karena adik pungut saya yang gokil itu sedang mampir ke Bogor dan doyan banget nongkrong di situ. Selain buat kangen-kangenan en ngobrol ngalor ngidul wetan kaler dengan orang yang punya “frekuensi” yang sama, memantapkan rencana tebeng menebeng untuk liburan nanti, saya juga hendak merampas kembali buku Musashi baru saya yang diculik si gembul ketika saya membelinya di Togamas Bali akhir tahun lalu, lainnya…tentu saja untuk menagih oleh-oleh dong he he he… *gak mo rugi mode on*. Ternyata sang Musashi ta ikut karena ketinggalan di kosannya. Oleh-oleh pun belom dibongkar. Jadilah saya mengobrol dengan sesekali manyun dan menatap ngiler pada kopi yang diminumnya karena baunya benar-benar menggoda banget. Kalau saja saya lagi ga dipantang kopi huuuu…kopiii….aku padamu kopiii.
Hari Sabtu kita janjian lagi, masih di tongkrongan yang sama (yaaa ampuuunnnn doyan bener sih *bebulu mode on*) berlanjut ke toko buku Gramedia yang ada di lantai dasar. Huuuu…godaan memang muncul dalam berbagai bentuk nih, ternyata banyak buku baru yang belum saya punya. Yang pasti sih yang berperang gak cuma pikiran saya tapi isi dompet saya, pilih travel atau buku? Mau dua duanya sih *sigh*. Setelah bolak balik antar rak, saya menenteng satu buku dan cepat-cepat berjalan ke kasir diiringi petuah-petuah dari si gembul itu tentang cara berhemat untuk liburan hi hi hi
Minggu pun tiba, paginya saya masih berkeliling di bazaar lapangan Sempur dan menikmati nasi pecel kesukaan saya di Taman Kencana. Kemudian saya mengantar salah satu teman di kosan ke Pameran Pertanian di depan kampus IPB Baranangsiang, stand-stand berjejer berisikan tanaman-tanaman yang sedang menjadi idola. Setelah melihat-lihat sebentar, perjalananan dilanjutkan melintasi Taman Koleksi (TaKol, tempat nongkrong di bawah rindangnya pohon kapuk raksasa) kampus menuju lokasi Pameran Flora dan Fauna yang berada di lapangan parkir Botani Square. Tiba di sana ternyata hanya ada satu stand yang diisi dengan beberapa anak anjing (salah satunya anak anjing chow-chow berbulu putih dengan lidah birunya yang khas…how cute), kucing dan hamster sisanya adalah stand Flora, mulai dari anggrek, nephentes si kantung semar, anthurium, suplir, lidah mertua, kamboja hingga tanaman yang tak saya kenali namanya dengan beraneka bentuk daun dan bunga.
Tanaman lidah mertua (yang saya lupa nama latinnya) adalah tanaman berdaun runcing tegak memanjang ke atas. I wonder why they gave such name to such plant ya? Hummm….. Lain lidah mertua lain halnya dengan anthurium, tanaman yang sedang jadi idola masa kini dengan gelombang cintanya (kayak judul lagu dangdut banget ya? Ha ha ha). Melihat tanaman mungil dengan daun agak lebar memanjang yang tepi-tepinya agak keriting atau bergelombang. Jantung saya memang berdebar, bukan karena gelombang cintanya, tapi karena kebetulan mendengar harga yang disebutkan pemiliknya ketika ada yang bertanya.Cukup mengezutkan buat orang yang buta tanaman seperti saya, bisa buat nge-dp rumah bo…tapi ah sudahlah.
Tanaman yang mempesona saya secara alami (tanpa mendelik seperti ketika melihat si anthrurium) adalah bunga anggrek atau Orchid dengan berbagai warna dan bentuk dan ditata sedemikian rupa di stand hingga membuat terkesima. Mulai anggrek biasa saja yang sering kita temui pada tanda panitia resepsi perkawinan, anggrek besar berwarna kuning dengan bintik-bintik merah (Catelya??), anggrek bulan dengan bunga berukuran agak bongsor berwarna putih polos, anggrek vanda (ditampilkan dengan pot kayu gantung yang membiarkan akar-akarnya tumbuh menjuntai cukup panjang), species anggrek hutan dari Papua - badan tanaman tegak dengan bunga berwarna putih menjuntai cukup panjang yang sangat harum, anggrek dengan penampilan seperti suplir tetapi jika dilihat dari dekat ternyata adalah bunganya dalam bentuk yang lebih kecil (batangnya yang kecil dipenuhi dengan bunga seperti sakura - kaya pernah liat sakura aja), anggrek berwarna hijau lumut terang berbintik coklat (seperti bunga terpecik kopi, kopi lagi kopi lagi…), ada juga anggrek berwarna pink muda yang bunganya menjuntai banyak sekali seperti tirai disertai dengan larangan untuk tidak menyentuhnya ha ha ha….
Harga anggrek ini cukup bervariasi, mulai tunas yang kecil yang dihargai 5.000 rupiah, anggrek berbunga 20.000 - 25.000 rupiah tergantung jenisnya, hingga anggrek-anggrek species dan mutasi yang harganya mencapai 500.000 ribu rupiah. Sayang sekali saya tidak ada kamera untuk mengabadikan bunga-bunga cantik itu di hari terakhir pameran. Saya akan menyusulkan gambar anggrek borongan saya dan teman saya belakangan deh (Amin). Tempat kos saya sendiri menjadi cukup indah dengan bunga anggrek tambahan yang seabrek-abrek itu hingga saya memboyongnya pulang, karena itu adalah pesanan si mamsi di rumah. Semoga mamsi cepat menjemputnya di Bogor sebelum saya menjadi pembunuh anggrek dan menjadi frustasi karenanya he he he
Tadi malam pun saya masih sempat bertemu dengan si gembul, melanjutkan ngalor ngidul yang terputus sebelumnya di Waroeng Taman setelah menjenguk OPeGe saya yang sedang sakit, bertemu dengan Musashi saya kembali dan mendapatkan oleh-oleh berupa syal cantik berwarna hijau lumut kesukaan saya. The place was not too crowded since it’s a Monday night, abg pada mau ujian pula, hujan sudah berhenti, tidak banyak asap ataupun nyamuk yang ngangangungung di kuping dan kaki, rasa ayam cah jamur yang pas di lidah dan segelas es teh manis yang wangi….. Hmmmm, watta night.
At the end it’s a fun(d)-crazy-hectic weekend, I enjoy it and I’m grateful because of it o0(^_^)0o

gw baru tau ada tanaman namanya lidah mertua
perumpamaan yang aneh
weekend ini, kerja :sob:
bah…saya ga ada yang namanya wiken. jumat kerja, sabtu gawe yang lain. minggu tepar huahahahaha…
Yah..pan cuman weekend ini doang Ru…….minggu kemarennya kan elu dah nonton yang aneh2 tuh.
**Colek Eru pake daun lidah mertua khu khu khu**
Nama latinnya Sansevieria….tapi nama bekennya memang begitu ternyata….lidah mertua wkwkwkwk
wah…manaa..mana… *mencari fotonya*
@cK: biasanya sih tepar juga sabtu minggu, tapi minggu ini emang laen dari biasanya nih ^^ riweuh..tapi fun-fun ajalah. Ayo Chika cia you, it will be worthed something someday jeng
@Nai: pan dibilang juga nanti nyusul jeng potonya, pergi pagi pulang malem, mana bisa dapet poto yang bagus kalo gak pas weekend… sabar yaaa….
***berharap moga-moga I’m not an anggrek killer***